'' Suatu Benda Apabila Dicelupkan Kedalam Suatu Zat Cair, Maka Benda Tersebut Akan Mendapat Gaya Keatas (F Apung) Sebesar Berat Zat Cair Yang Dipindahkan''
Bagaimana hubungan antara massa jenis zat cair dengan gaya ke atas? Massa jenis zat cair dapat dinyatakan dengan hukum archimedes seperti berikut: Aplikasi hukum archimedes dapat kita dijumpai dalam berbagai peralatan dari yang sederhana sampai yang canggih misalnya hydrometer, kapal, laut, kapal selam, galangan kapal, balon udara, dan jembatan ponton.
W B = Ρ B X V B X G.
Hukum archimedes bila benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka ada 3 kemungkinan yang terjadi yaitu tenggelam, melayang, dan terapung. Penerapan hukum archimedes untuk menentukan massa jenis benda (ingat hukum archimedes tentang, v benda = v air) karena dengan: Aplikasi hukum archimedes dapat kita jumpai dalam berbagai peralatan misalnya hidrometer , kapal laut, kapal selam, dan balon udara.
Hukum Archimedes Berbunyi Suatu Benda Yang Dicelupkan Sebagian Atau Seluruhnya Ke Dalam Zat Cair Akan Mengalami Gaya Ke Atas Yang Sama Dengan Berat Zat Cair Yang Dipindahkannya.
Ρ a = (ρ b x v b)/ v a. Fa = ρ a x v a x g. Benda disebut tenggelam dalam zat cair apabila posisi benda selalu terletak pada dasar tempat zat cair berada.
Besarnya Gaya Apung Yang Diterima, Nilainya Sama Dengan Berat Air Yang Dipindahkan Oleh Benda Tersebut (Berat = Massa Benda X.
Jadi massa jenis zat cair adalah 1067 kg/m 3. Hukum archimedes sebagai pengukur berat benda pada kapal berbasis arduino menggunakan rotary encoder. V air = volume air yang dipindahkan m = massa benda di udara m s = massa semu benda (di air)
Ρ A = (800 X V B)/(3/4V B) Ρ A = 1067 Kg/M 2.
Hukum archimedes adalah hukum yang menyatakan bahwa setiap benda yang tercelup baik keseluruhan maupun sebagian dalam fluida, maka benda tersebut akan menerima dorongan gaya ke atas (atau gaya apung). Contoh aplikasi dan penerapan hukum archimedes 1. Penerapannya mulai dari yang sederhana hingga yang rumit.